Lulus trimester pertama

Trimester pertama berhasil dilewati 🙂

Mulai merasakan mual di minggu ke 6 dan kemudian diikuti keanehan keanehan lainnya di badan. Sampai minggu ke 10 , ini badan rasanya bukan badan sendiri. Liat makanan ga nafsu, perut rasanya diaduk aduk, mood naik turun, bawaannya pingin molooooor. Liat kasur rasanya surgaa. Sempat juga merasakan morning sickness beberapa kali. Aduh .. itu ya badan rasanya seperti melayang layang. Mulai merasa sangat peka dengan bau bau wangi, dari bau sabun sampai sampo .. ga enak!. parfume? egh..!. Makan sedikit, mual . Sampai mikir, hamil kok ga enak gini ya,, kok ada orang yang doyan hamil, berkali kali.. Alhasil di minggu 11 kontrol, berat badan sukses turun 2kg (yes, eh… ). Tapi kalau ditanya, mau merasakan hamil atau ga sama sekali? Jelas hamil lah…impian semua wanita, jadi disyukuri.

Tantangan di awal kehamilan selain menghadapi badan sendiri adalah seleksi dokter. Bagian ini PR banget. Berdasar dari baca baca di internet saya mencoba 3 Dokter di 3 Rs yang berbeda.

1. dr. Arju Anita (JMC)

Dokter kandungan pertama yang saya datangi ini saya dapat dari review di internet. Jadwal praktik di hari sabtu itu adalah jam 2 s.d jam 5. Karena ga pengalaman dengan dokter kandungan, santai aja dong saya dan suami tiba di JM jam set 4 dan sukses mendapati no 31. Masuk ke ruang tunggu, kami cuma bisa bengong pasien yang masuk baru no belasan, lupa persisnya berapa. Hahaha.. jadilah kita berdua glutak glutuk ga jelas sampai no saya dipanggil sekitar jam 6 lebih. Masuk ke ruang praktik, bu dokter suru berbaring dan mulai usg. “ok, sudah ada kantongnya ya mba.. kalau dari hpht sudah 5 minggu 2 hari”. Kemudian beliau menuliskan resep dan sedikit menyebutkan makanan yang sebaiknya dihindari. Kemudian beliau pindah ke sebelah untuk memeriksa pasien lain. Thats it, ga lebih dari 10 menit, selesai. Saya bengong, begitu doang? maksudku, sebagai dokter yang menghadapi pasien yang baru pertama kali hamil, menuru saya dr Arju tidak memberikan banyak penjelasan. Bahkan yang memberikan ucapan selamat atas kehamilan adalah suster yang membantu. Uhmm.. mungkin memang sedang banyak pasien dan beliau terburu buru jadi tidak banyak memberikan penjelasan. So,  kami putuskan untuk mencari dokter lain.

2. dr. T. Otamar Samsudin, SpOG (rs Asri duren tiga)

Memilih dokter Otamar karena awalnya nyari rumah sakit yang dekat dan bisa di saat weekend. Karena jamnya cocok, jatuhlah pilihan pada dokter Otamar. Belajar dari pengalaman di JMC, kali ini kita datang ontime, ternyata ga antri. Beberapa artikel menyebutkan dr. Otamar sempat tersangkut masalah huku, bisa dicari sendiri di google. Tapi secara personal, orangnya enak, terbuka untuk segala pertanyaan. 20 menit  lebih kami di dalam tanya ini itu soal kehamilan, bahkan dia memberikan kartu namanya jika sewaktu waktu ada yang ingin ditanyakan. Secara personal orangnya enak , ga kaku, suka guyon garing sedikit dan ngomongnya blak blakan , nah bagian terakhir ini ga semua orang mungkin cocok. Kalau saya lebih suka dengan yang terus terang seperti ini.

3. dr. Ridwan, SpOG  (KMC)

Udah cocok dengan Dokter Otamar kenapa masih cari dokter lain? hoho.. Next yang membingungkan adalah mencari rs yang cocok saat melahirkan nanti. RSIA yang terdekat setelah ASRI dan recomended banyak orang adalah KMC. Cari cari dokter di KMC, pilihan langsung ke dr. Ridwan. Dr. Ridwan ini selooow, santai banget, suka becanda juga, enak komunikasinya. Minusnya adalah, antriannya itu .. kudu booking 2 minggu.. Hufft..

 

Sampai sekarang saya masih jalan di dua dokter, dr. Otamar dana dr. Ridwan (mumpung di cover kantor). Untuk biaya kedua dokter ini beda beda tipis, sekali datang untuk dokternya 350rban, usg 260rban plus vitamin. Yah sekali setor muka keluar 700an lah , Ga sanggup kalau ga dibayarin kantor mah , huhu.

FYI, diakhir trimester pertama belum ada kenaikan berat badan. Ini penting! haha.. yang penting bayiknya aman aman aja, makan tetap di kontrol plus olahraga.

Tagged , , , , , ,